
Breakdown pertanyaan beserta pola jawaban dan strategi yang tepat.
Case study udah rapi. Figma file estetik. Tapi begitu interview mulai, semuanya berubah — pertanyaan yang harusnya simpel malah bikin blank, jawaban muter-muter nggak nyampe poin, dan kesempatan itu hilang.
Kalau ini kedengaran familiar, masalahnya bukan di skill desain kamu.
Masalahnya di satu skill yang jarang diajarin: cara menjelaskan proses berpikirmu sebagai designer.
34 pertanyaan interview UI/UX, dibedah 4 lapis:
"Ceritakan tentang diri kamu", "kenapa mau kerja di sini", "gimana cara kamu terima kritik". Kelihatan basa-basi, padahal sering jadi titik kandidat kehilangan poin di awal.
Proses desain end-to-end, handoff ke developer, disagreement dengan tim bisnis/dev, MVP, component/variant/variable di Figma, atomic design, heuristic evaluation, A/B testing, microinteraction, sampai desain untuk produk skala global.
Template jawaban yang beredar di internet gampang bikin kamu blank lagi begitu pertanyaannya dibungkus beda dikit — karena kamu hafal kalimat, bukan paham arah. Buku ini fokus ke cara berpikir: tiap pertanyaan dibongkar dari maksud interviewer dulu, baru masuk strategi. Jadi walau pertanyaannya berubah format, arah jawabanmu tetap jalan.
"Ceritakan Tentang Diri Kamu" Framework: Now → Past → Why UX → Value Bukan sekadar baca ulang CV. Kuncinya ada di arah dan relevansi jawaban — mulai dari siapa kamu sekarang, pengalaman singkat yang relevan, alasan kamu pilih UX, ditutup dengan value yang kamu bawa ke posisi yang dilamar.
(dan 33 breakdown lainnya nunggu di dalam)
Ditulis oleh Sahid Aldi Susilo, UI/UX Designer & Digital Product Creator — pernah kerja di software development agency, dan jadi mentor UI/UX di Purwadhika Digital Technology School serta Sekolah Vokasi UNS.
Pengantar ditulis oleh Yudho Yudhanto, S.Kom., M.Kom — Dosen Teknik Informatika & DKV Sekolah Vokasi UNS, penulis buku teknologi.